Minggu, 16 Oktober 2011

Paduan Suara ITS Menggema di dunia

[imagetag]

SURABAYA - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya terpilih mewakili Indonesia di Kompetisi Remini International Choral Competition, pada 6-9 Oktober mendatang di Rimini, Italia. Ini adalah kali kedua PSM ITS untuk unjuk gigi di dunia International.

Sebelumnya pada 10-13 November 2010 lalu, PSM ITS berhasil menggondol 2 emas di 2010 Busan Choral Festival and Competition. Menurut Rektor ITS, Triyogi Yuwono, kiprah PSM ITS ini sudah sangat dikenal di kalangan International, pasalnya mereka sudah beberapa kali mengikuti konpetisi serupa.

"Undangan untuk kompetisi ini merupakan bukti bahwa PSM ITS patut diperhitungkan di kalangan international," kata Triyogi dalam keterangan rilisnya yang diterima okezone, Rabu (28/9/2011).

Dia mengaku, tidak memiliki harapan yang muluk-muluk dengan membawa kemenangan sekembalinya PSM ITS ke Tanah Air. Menurutnya, proses yang selama ini mereka lakukan sudah merupakan suatu kemenangan tersendiri.

"Yang penting dijalani dengan keyakinan. Kalah menang itu wajar, menang Alhamdulillah," ujarnya.

Sementara itu Pembimbing PSM ITS, Bambang Soemardiono, menambahkan persiapan anggota PSM ITS untuk kompetisi internasional ini dilakukan sejak 6 bulan lalu. Termasuk mengirimkan CD berisi aksi PSM ITS hingga dinyatakan mengikuti kompetisi sesungguhnya.

Sebelum mengikuti kompetisi di Italia, anggota PSM akan singgah di Kota Marseille Perancis untuk mengisi acara kebudayaan Foire Internationalle de Marselle atas undangan Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia.

Ketua PSM ITS, Arif Munandar, menjelaskan di Kompetisi Remini nanti, PSM ITS akan mengikuti dua kategori lomba, yaitu mixed choir untuk kategori lagu-lagu klasik dan folklore untuk kategori lagu daerah. "Target kami meraih emas," ujarnya.(rhs)





SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus mengukir prestasi. Sebagai perguruan tinggi teknik, kampus yang terletak di Sukolilo ini juga mampu mengukir prestasi seni berskala internasional di Italia pada 6-9 Oktober 2011.
"Saat tim PSM (paduan suara mahasiswa) berangkat ke Italia untuk mengikuti "Rimini International Choral Competition", saya sedang bertemu Wapres, lalu saya cerita soal itu dan Wapres nyeletuk, ternyata ITS itu bukan hanya teknik," kata Rektor ITS Surabaya Prof Dr Triyogi Yuwono DEA saat menyambut Tim PSM ITS di Rektorat ITS,kemarin. Dalam kompetisi seni yang diikuti 29 dari 17 negara di kawasan Asia, Eropa,Afrika, dan Amerika itu, tim PSM ITS meraih tiga prestasi sekaligus.

Yakni nilai tertinggi untuk kategori lagu daerah, peringkat ketiga untuk kategori lagu klasik, dan "the best conductor" atas nama Budi Susanto Yohanes. Dalam waktu yang hampir bersamaan, para mahasiswa ITS juga meraih prestasi dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemas TIK) sebagai juara umum dan juga berhasil menyabet gelar juara dalam Festival Animasi Tingkat Nasional Kelompok Mahasiswa (Edunimasi) 2011 di Bali.

Di hadapan 40 anggota Tim PSM ITS dan Pembina PSM Dr Ing Bambang Soemardiono (dosen Jurusan Arsitektur) serta anggota tim Gemastik dan tim Edunimasi ITS yang juga menjadi juara, ia mengaku senang berada di antara para "bintang"ITS. "Saya kira,halpentingbukan juara itu sendiri, melainkan proses menjadi juara itu.Karena saya tahu rekan-rekan mahasiswa itu berjuang, berlatih, dan mencari sponsor sendiri.Sehingga transfer proses kehidupan hingga menjadi juara itu justru lebih penting. Kalau akhirnya menjadi juara, saya kira itu bonus membanggakan,"katanya.

Dalam kesempatan itu, Pembina PSM Dr Ing Bambang Soemardiono mengaku tidak punya target dalam kompetisi seni di Italia itu.Karena ITS hanya mengikuti dua dari empat kategori, karena itu juara umum akhirnya diraih tim Afrika Selatan. emi harris/ ant

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar