Minggu, 16 Oktober 2011

Tips mengendarai mobil off road



Jika Anda menyenangi alam, melakukan perjalanan atau “travelling” akan menjadi menu wajib di kala liburan atau akhir minggu. Khususnya bagi mereka yang gemar melakukan ekspedisi di tempat baru. Jalan rusak atau off-road pun harus ditaklukan. Bagi yang sudah punya jam terbang tinggi, tentu saja bisa melewatinya dengan mantap.

Namun bagaimana dengan mereka yang belum pernah menjajaki trek tanah? Kemungkinkan akan dihantui rasa takut atau was-was. Berikut ini beberapa tips dan trik sebagai panduan ketika Anda ingin Anda mencoba kehebatan mobil kebanggaan di medan non-aspal.
  1. Pahami benar daerah yang dituju dan sesuaikan dengan kemampuan mobil yang akan digunakan. Anda tentu tidak akan memaksakan membawa sedan bila lintasan tersebut penuh dengan gundukan tanah atau sedikit terjal. Kalau dipaksakan, bukannya pengalaman menarik yang diperoleh, malah kesusahan. Mobil Anda bisa saja “terperangkap” atau rusak karena menerjang rintangan.
  2. Pastikan mobil yang Anda gunakan 'siap tempur'. Ketahui ketinggian bagian kolong paling dekat ke permukaan tanah (ground clearence), sudut datang dan sudut pergi mobil. Dengan ini bisa diketahui mobil bisa melintas kubangan , tanjakan atau turunan dengan baik.
  3. "Jangan pernah membuat jalur baru meski terlihat lebih baik. Tetaplah dijalur yang sering dilewati karena sudah tentu lintasan tersebut aman," jelas juara nasional reli Indonesia, Rifat Sungkar. Selain itu jaga traksi agar stabilitas kendaraan bisa dikontrol.
  4. Subhan Aksa, pereli nasional menambahkan, "Jangan pernah tertipu oleh tikungan di depan Anda. Bisa jadi apa yang terlihat di depan mata, akan berbeda dengan yang berada di ujung. Lebih baik mengatur kecepatan saat memasuki tikungan dan pastikan di ujung tikungan tersebut aman untuk melanjutkan laju kendaraan."

    Hal ini menjadi sangat penting karena banyak pengemudi tergoda ingin nge-gas saat melihat sebuah tikungan besar padahal di ujung tikungan tersebut terdapat handycap yang cukup menantang seperti menyempit ataupun gundukan tanah yang mengilangkan daya jejak ban ke tanah.
  5. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi trek dan stabilitas mobil. Jangan memaksa terlalu kencang ketika terjadi guncangan cukup besar. Selain membuat tidak nyaman, stabilitas kurang karena mobil cenderung liar.

    Tips lain dari Rifat dan Subhan saat ditemui KOMPAS.com ketika memberi pengarahan di acara Family Gathering Mitsubishi minggu lalu, saat melintasi jalan basah dan licin, kurangi kecepatan dan jangan melakukan manuver secara tiba-tib
    a.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar