Minggu, 09 Oktober 2011

Kerokan di leher berbahaya


Bila Anda sudah terbiasa kerokan, hindarilah kerokan di sekitar leher karena ternyata kebiasaan ini berpotensi menimbulkan stroke. Nah, mulai saat ini sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan kerokan terutama di bagian leher.

Kerokan memang sudah sangat populer untuk orang Indonesia. Metode ini sudah dilakukan turun temurun dari nenek moyang. Tidak sedikit yang mengeluh tidak akan sembuh sebelum kerokan. Ditambah beberapa penelitian juga telah menyebutkan bahwa kerokan bisa mengurangi keluhan penyakit seperti masuk angin, mual, pegal dan nyeri. Tapi saat ini mulailah untuk tidak membiasakan diri kerokan di daerah sekitar leher Anda.

Ahli Penyakit Jantung dari RS Harapan Kita Prof. DR. Dr. Budhi Setianto, SpJP mengatakan kebiasaan kerokan di sekitar leher dapat mengakibatkan stroke bila ada saraf yang rusak. Saat kerokan, pembuluh darah akan melebar. Jika dilakukan terlalu sering dan di bagian yang sama, dikhawatirkan pembuluh darah kecil dan halus akan semakin melebar lalu pecah. "Ini sangat berbahaya terutama untuk para orang tua," ungkapnya.

Selama ini kerokan memang selalu dimulai dari bagian leher belakang dan turun ke bagian punggung sampai panggul. Penelitian juga menyebutkan pola ini membantu proses penyembuhan karena melewati titik-titik meridian atau akupuntur.

Tapi tetap saja pengobatan medis lebih dianjurkan untuk mereka yang menderita suatu penyakit. Untuk masuk angin, mual, atau tidak enak badan, cara-cara alami lebih baik dibanding hal lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar