Senin, 10 Oktober 2011

Penipuan jual beli online rawan

Headline


Aksi penipuan berbasis internet dengan modus jual beli secara online makin marak dan terus memakan korban. Modusnya pelaku biasanya menggaet calon korbannya dengan iming-iming harga miring.

Korbannya justru rata-rata dari kaum anak kuliahan karena mahasiswa paling banyak menggunakan media internet sehingga justru dengan mudah kepincut jual beli abal-abal itu.

Kasus tersebut terakhir menimpa seorang mahasiswi Unnes, Anastasia Rury (21). Gara-gara ngebet ingin mempunyai Handphone BlackBerry (BB) uang tabungan sebesar Rp 1.850.000 miliknya malah bablas digondol penipu.

“Saya tertarik karena harganya miring. Setelah melihat dan tertarik kemudian saya menghubunginya,” ujar Anastasia saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polrestabes, Minggu (9/10).

Dia menuturkan, tepatnya pada Sabtu (1/10) sekitar pukul 21.54 melakukan browsing di internet. Setelah ketemu melalui situs jejaring sosial itu, kemudian pelaku dan korban saling berkomunikasi.

“Saya pun langsung menghubungi dan memesan ke nomor ponsel milik pelaku yang terpasang di halaman situs. Saya transaksi dengan seorang pria yang mengaku bernama Yudhi warga Jakarta,” ujar mahasiswa yang ngekos di daerah Banaran tersebut.

Dia mengatakan, kemudian melakukan transaksi dan pembayaran dilakukan melalui rekening. Barang pasanan tersebut akan dikirim pelaku melalui jasa paket kilat ternama.

“Saya pun percaya dan melakukan pengiriman uang dan mentransfer melalui ATM BCA di SPBU Gajahmungkur. Sementara pelaku menjanjikan akan mengirimkan BlackBerry kurang lebih dua hari setelah pemesanan, "katanya, didampingi rekannya, Aditya Dwi Pradanan (22), warga Jalan Mutiara Raya No 47.

Setelah uang sebesar Rp 1.850.000 ditransfer, ia pun menunggu BB idaman dan sampai berita ini diturunkan, BB itu hanya menjadi mimpi yang menguap saja.

Tak hanya dia, mahasiswi Teknik Sipil Unika bernama Galih Hapsari (19), yang indekost di Jalan Pawiyatan Luhur (48), Semarang juga mengalami nasib sama.

Ia menderita kerugian Rp 6, 3 juta karena tertipu setelah mendapatkan iming-iming iklan tentang penjualan laptop merek Sony Vaio dengan harga miring, pada Rabu (13/7) di akun facebook-nya.

Mahasiswi lain, Rahmawati (24), warga Jalan Permata Merah F 88A, Perum Pondok Hasanudin ini harus rela kehilangan uang sebesar Rp 1,7 juta. Ia ditipu oleh seorang teman yang baru ia kenal di jejaring sosial facebook, setelah mentransfer uang untuk membeli BlackBerry yang dipromosikan temannya bernama Laras Pengestu, (5/2).

Lagi-lagi gara-gara BlackBerry, Edysri Hermayudha Pratama (21), Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Semarang ini harus kehilangan uang sebesar Rp 8,5 juta. Warga yang tinggal di Jalan Srinindito VII/58 RT 04/RW 01, Ngemplak Simongan, Kecamatran Semarang Barat ini mengaku telah ditip seseorang yang mengaku bernama Yudi Kurnia yang dikenalnya melalui facebook.

Fajar (19) seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Semarang ini tergiur oleh iming-iming diskon 50% yang dipampang di-wall seorang pengguna jejaring sosial tersebut.

“Saya lihat di wall-nya dia, kalau dia jual BlackBerry didiskon 50% lagi, jelas tergiur dong,” ujar mahasiswa asli Tangerang ini.

sumber : http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1783369/penipuan-jual-beli-hp-lewat-internet-makin-marak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar