Senin, 10 Oktober 2011

Curhat dapat memperburuk masalah

Dengan Curhat Bisa Membuat Suatu MasalahSemakin Buruk-Dalam suatu hubungan asmara yang kandas, ada pihak yang merasa paling sedih, dikecewakan dan terluka. Orang yang bisa menentukan sikap menghadapi hal tersebut akan lebih cepat sembuh dari rasa sakit hati yang berkelanjutan.

Banyak cara untuk yang dapat dilakukan sebagai bentuk pelarian dari sakit hati, salah satunya dengan melakukan curhat kepada sahabat dan orang terdekat lainya. Namun para psikolog, hal ini bisa menjadi bumerang dan memperkeruh keadaan. Dilansir oleh Times of India, berikut 3 cara menghadapi emosi negatif terhadap mantan, selain curhat.

1. Tidak Menjelek-jelekkan
Baru-baru ini Brad Pitt mengatakan kepada publik bahwa dirinya menyesal dan tidak bahagia hidup dengan Jennifer Ansiton. Aksi ‘curhat kepada media’ tersebut tentunya mengundang respon publik yang negatif dan membuat dirinya meminta maaf tak lama kemudian. Varkha Chulani, psikolog dan terapis kejiwaan di India mengatakan, “ketika sebuah hubungan berakhir, hanya yang bisa bersikap dewasa justru memilih untuk tutup mulut. Sisanya justru akan menjelek-jelekkan mantannya dalam konteks curhat untuk merasa lebih baik, yang mana hal ini bukan hal yang pantas dilakukan.”

2. Diam itu Emas
Perlu dimengerti bahwa orang tidak perlu beralasan untuk membenarkan apa yang salah dalam hubungan sebelumnya. Jika secara tidak disengaja Anda bertemu mantan, cukup bersikap sopan dan wajar. Sapa dan tidak usah banyak basa-basi. Saat berkumpul dengan teman-teman, hindarilah pembahasan hal ini, karena berujung menjelek-jelekkan sang mantan atau kembali mengingat pahitnya memori yang lama. Hal ini akan menunjukkan diri Anda sebagai seseorang yang memiliki integritas dan harga diri.

3. Buang Jauh-Jauh Emosi Negatif
Saat hubungan masih berjalan, kebiasaan membahas kejelekan pasangan kepada orang lain merupakan salah satu perilaku kekanakan yang sering diperbuat. Seharusnya, membicarakan masalah bukan kepada orang lain, namun pada sumber masalah itu sendiri, yakni si pasangan. Cepat atau lambat, ketika hubungan berakhir maka cerita jelek tersebut akan sampai ke telinga sang mantan.

Pertimbangkan juga bahwa masalah asmara bukanlah urusan orang lain dan bukan untuk dibagi dengan orang lain. Camkanlah bahwa jika Anda tidak memiliki hal yang bagus untuk dibicarakan tentang mantan, tidak usah buka mulut. Salurkan emosi negatif kepada hal lain yang lebih berguna, seperti pekerjaan, olahraga maupun travelling.[faktabukanopini.blogspot.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar