Minggu, 02 Oktober 2011

Internet mengajari kita untuk jujur

Internet memaksa orang menjadi jujur. Sebagai pencapaian teknologi dengan basis logika, internet bias mengajarkan banyak hal positif bagi para pengguna. Internet mengajarkan orang sebagai penggunanya untuk menjadi jujur, berkarakter, dan berintegritas. Demikian yang coba disampaikan oleh Dr. Onno W Purbo, seorang pakar IT asal Indonesia.
INTERNET AJARKAN KARAKTER

Pakar teknologi informasi Onno W Purbo menyatakan, internet mengajarkan pendidikan karakter karena itu pengenalan karakter internet sangat penting. "Internet itu memaksa orang menjadi jujur, karena internet itu sadis, sebab kalau ada orang yang tidak jujur hanya satu kali, maka ribuan atau jutaan orang akan tahu sehingga namanya akan hancur," katanya di kampus STIKOM Surabaya, Jum`at (30/9).

Menurutnya, internet mengajarkan orang menjadi baik secara terpaksa, sehingga orang yang baik dan ikhlas akan sangat mendapat simpati. "Karena itu, interaksi dalam dunia internet itu ditentukan sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain. Semakin kita bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, maka kita akan semakin dipercaya. Kalau dipercaya, maka rezeki akan mudah datang. Buktinya, ya saya sendiri," jelasnya.

Namun, kata penggagas RT/RW.Net dan WikiBelajar itu, internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya. Bahkan, situs porno di dunia saat ini mencapai 10 juta situs dengan satu miliar halaman. "Untuk menangkalnya tidak mungkin hanya dengan teknologi, karena teknologi juga terbatas. Jadi, kalau ada yang bilang mampu memblokir situs porno, saya kira itu bohong, karena teknologi itu terbatas," katanya.

Bagi Onno, yang sudah mengajar TI pada 33 negara berkembang itu, cara terbaik untuk menangkal hal-hal negatif dalam internet seperti pornografi adalah berteknologi, tapi juga beriman dan bertakwa.

Onno mengklaim, merilis teknik memblokir situs porno dalam WikiBelajar, untuk menumbuhkan budaya internet sehat dan agar tidak mudah tertipu, cara membuat sentra Telkom, Open BTS, perempuan melek TI, dan sebagainya. "Tapi, teknik sederhana memblokir situs porno itu juga memiliki keterbatasan, karena teknologi pemblokiran yang canggih itu pun terbatas. Yang terbaik adalah menjadi baik dengan internet dan berinternet dengan imtak (iman dan takwa)," katanya.

Dalam kesempatan dialog, seorang peserta menanyakan kemungkinan Onno W Purbo akan rugi dengan Open Source (OS) atau internet gratis. "Microsoft itu tidak gratis dan Google itu gratis, tapi justru Google lebih kaya. Jadi, Tuhan itu lebih adil. Kalau kita bermanfaat, rezeki akan datang sendiri," katanya.

Bahkan, katanya, OS akan mendorong bangsa Indonesia menjadi produsen TI dan bukan konsumen dari TI. "Kalau kita menggunakan Microsoft, maka kita menjadi konsumen yang membayar untuk orang-orang yang sudah maju dan kaya, apalagi ada istilah hak paten yang sesungguhnya kolonialisme baru," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar